Welcome to  www.dekadibali.co.id

  MENU         Home Hubungi Kami Syarat & Kondisi Tentang Kami Blog  
 
INBOUND TOURS
Bali Tour
  Paket Liburan Bali
  Paket Bulan Madu
  Paket Meeting Bali
  Paket Kunker Bali
  Paket Outing Bali
  Paket Pelajar Bali
  Sewa Mobil di Bali
  Adventure Tour
  Water Sport Bali
  Aktivitas Bahari
  Cruise di Bali
  Tour Harian di Bali
  Spa & Esthetic Bali
  Kebun Binatang Bali
  Atraksi Budaya Bali
  Obyek Wisata Bali
Lombok Tour
Jogjakarta Tour
Jakarta Tour
Bandung Tour
 
HOTELS & VILLAS
Hotel Murah Bali
Hotel di Lombok
Villa Murah di Bali
 
OVERLAND TOURS
Bali-Lombok Tour
Jogja-Bali Tour
 
OUTBOUND TOURS
Singapore Tour
Malaysia Tour
Thailand Tour
 
AIRLINE TICKET
Tiket Domestik
Tiket International
 
WE ACCEPT
 
ONLINE SUPPORT

 Customer Service1:

Click disini untuk Chat dengan Kami

 

Customer Service2:

Click disini untuk Chat dengan Kami

 

Customer Service3:

Click disini untuk Chat dengan Kami

 
CUSTOMER CARE
24 Hours Hotline Service
08155 8888 999
Office Hours Phone
03618556969
Email
info@dekadibali.co.id
PIN BB
23BC846A
 

CALL ME!

CS1 CS2 CS3
Skype Me™! Skype Me™! Skype Me™!
 
SOCIAL MEDIA

   

TARI BARONG

Tari Barong adalah tarian khas Bali yang berasal dari khazanah kebudayaan Pra-Hindu. Tarian ini menggambarkan pertarungan antara kebajikan (dharma) dan kebatilan (adharma). Wujud kebajikan dilambangkan oleh Barong, yaitu penari dengan kostum binatang berkaki empat, sementara wujud kebatilan dimainkan oleh Rangda, yaitu sosok yang menyeramkan dengan dua taring runcing di mulutnya. Tari Barong adalah pertunjukan seni paling populer dan diminati oleh wisatawan di Bali seperti Tari Kecak Uluwatu.

Ada beberapa jenis Tari Barong yang biasa ditampilkan di Pulau Bali, di antaranya Barong Ket, Barong Bangkal (babi), Barong Gajah, Barong Asu (anjing), Barong Brutuk, serta Barong-barongan. Namun, di antara jenis-jenis Barong tersebut yang paling sering menjadi suguhan wisata adalah Barong Ket, atau Barong Keket yang memiliki kostum dan tarian cukup lengkap.

Kostum Barong Ket umumnya menggambarkan perpaduan antara singa, harimau, dan lembu. Di badannya dihiasi dengan ornamen dari kulit, potongan-potongan kaca cermin, dan juga dilengkapi bulu-bulu dari serat daun pandan. Barong ini dimainkan oleh dua penari (juru saluk/juru bapang): satu penari mengambil posisi di depan memainkan gerak kepala dan kaki depan Barong, sementara penari kedua berada di belakang memainkan kaki belakang dan ekor Barong.

Secara sekilas, Barong Ket tidak jauh berbeda dengan Barongsai yang biasa dipertunjukkan oleh masyarakat Cina. Hanya saja, cerita yang dimainkan dalam pertunjukan ini berbeda, yaitu cerita pertarungan antara Barong dan Rangda yang dilengkapi dengan tokoh-tokoh lainnya, seperti Kera (sahabat Barong), Dewi Kunti, Sadewa (anak Dewi Kunti), serta para pengikut Rangda.

Dalam pementasan tarian ini terdapat gending pembukaan. Begini cerita yang terdapat pada gending pembukaan:

Barong dan kera sedang berada di dalam hutan yang lebat. Lalu, datanglah tiga orang bertopeng yang beradegan sedang berbuat keributan dan merusak ketenangan hutan. Tiga orang bertopeng ini bertemu dengan kera yang kemudian terjadilah perkelahian antara tiga orang tersebut dengan kera. Akan tetapi, ternyata si Kera dapat memotong hidung salah seorang dari tiga orang bertopeng itu.

Setelah pembukaan cerita selesai, cerita mulai memasuki babak pertama. Tari Barong dan Keris ini memang disajikan dalam bentuk drama tradisional, tetapi banyak mengandung unsur humor. Tarian ini disajikan dalam lima babak. Berikut ini akan diceritakan bagian-bagian babaknya.

Babak Pertama
Dua orang penari muncul, di mana mereka merupakan pengikut dari Rangda. Mereka sedang mencari pengikut-pengikut Dewi Kunti yang sedang dalam perjalanan untuk menemui patihnya. Dua orang pengikut Rangda ini adalah laki-laki, sedangkan pengikut Dewi Kunti adalah perempuan.

Babak Kedua
Pengikut-pengikut Dewi Kunti tiba. Lalu, salah seorang dari pengikut Rangda berubah menjadi setan (semacam Rangda). Orang ini kemudian memasukkan roh jahat kepada pengikut Dewi Kunti. Akibatnya, pengikut Dewi Kunti yang kemasukkan roh jahat ini menjadi marah. Keduanya menemui patih dan bersama-sama mnghadap Dewi Kunti.

Babak Ketiga
Muncullah Dewi Kunti dan anaknya, Sahadewa. Dewi Kunti telah berjanji kepada Rangda untuk menyerahkan Sahadewa sebagai korban. Sebenarnya Dewi Kunti tidak sampai hati mengorbankan anaknya, Sahadewa, kepada Rangda. Akan tetapi, setan (semacam Rangda) memasukkan roh jahat kepadanya, sehingga Dewi Kunti menjadi marah dan berniat mengorbankan anaknya, serta memerintahkan kepada patihnya untuk membuang Sahadewa ke dalam hutan. Sang Patih pun ternyata tak luput kemasukkan roh jahat oleh setan, sehingga ia membuang Sahadewa ke dalam hutan dan mengikatnya di muka istana sang Rangda.

Babak Keempat
Pada babak ini diceritakan bahwa Dewa Siwa turun ke bumi dan memberikan keabadian kepada Sahadewa. Keabadian ini rupanya tidak diketahui oleh Rangda. Ketika Rangda datang untuk mengkoyak-koyak dan Sahadewa, tetapi jangankan mengkoyak, membunuh Sahadewa pun ia tidak bisa. Hal ini karena Sahadewa telah dianugerahi kekebalan oleh Dewa Siwa. Kemudian, Rangda menyerah kepada Sahadewa dan memohon untuk diselamatkan, sehingga Rangda bisa masuk surga. Permintaan ini dipenuhi oleh Sahadewa dan Sang Rangda pun masuk surga.

Babak Kelima
Kalika adalah seorang pengikut Rangda. Ia menghadap Sahadewa. Akan tetapi, rupanya terjadi penolakan. Penolakan ini menimbulkan perkelahian. Dalam perkelahian itu, Kalika berubaha menjadi babi hutan. Walaupun dalam perkelahian itu Kalika berubah menjadi babi hutan, Sahadewa tetap dapat mengalahkan Kalika. Lalu, Kalika berubah menjadi burung dan kembali melawan Sahadewa. Sekali lagi Shadewa dapat mengalahkan Kalika. Setelah berubah menjadi burung dan tetap kalah, akhirnya Kalika berubah menjadi Rangda. Karena Rangda sangat sakti, Sahadewa tidak dapat membunhnya. Lalu, Sahadewa memutuskan untuk berubah menjadi Barong. Kesaktian Barong sama kuatnya dengan Rangda, sehingga tidak ada yang menang dan tidak ada pula yang kalah. Namun, perkelahian antara Barong (kebaikan) dan Rangda (kebatilan) terus berlangsung hingga sekarang. Hanya saja wujudnya tidak lagi seperti Barong dan Rangda. Wujud perkelahian ini adalah “kebaikan” dan “kebatilan/kejahatan”. Kemudian, muncul para pengikut Barong, masing-masing membawa keris. Maksud kedatangan mereka adalah untuk membantu Barong melawan Rangda. Akan tetapi, ternyata pasukan keris ini tidak ada yang berhasil melumpuhkan kesaktian Sang Rangda.

Demikianlah secara singkat alur cerita dari tari Barong. Tarian ini dipentaskan setiap hari mulai jam 09:30 - 10:30. Ada beberapa tempat pertunjukan Tari Barong yaitu di Desa Suwung Kauh Kuta, Desa Kesiman, Desa Batu Bulan dan pada malam hari di Ubud.

NO

Program

Harga Per Orang
2 - 5 Orang 6 - 10 Orang 11 - 20 Orang 21 - 30 Orang 31 Orang - Up
1.

Pertunjukan Tari Barong

Rp.100.000 Rp. 90.000 Rp. 85.000 Rp. 80.000 Rp. 75.000
Harga Berlaku sampai dengan 31 Maret 2015
PESAN SEKARANG!

Keterangan:

  1. Harga di atas adalah harga per orang dan minimal peserta 2 orang.
  2. Harga termasuk tiket menonton pertunjukan
  3. Harga belum termasuk transportasi dari hotel ke tempat pertunjukan dan sebaliknya.
  4. Harga berlaku untuk wisatawan domestik dan pemegang Kims atau Kitas
  5. Pemesanan, silahkan klik di sini atau hubungi layanan informasi 24 Jam nomor: 081 558 888 999

 

Atraksi Budaya Lainnya:
Tari Legong < > Tari Kecak < > Belajar Tari Bali < > Photo Adat Bali < > Jadwal Pertunjunkan Tari Bali

 

PT. DEKADI SEMESTA WISATA
TOUR & TRAVEL

Jalan By Pass Ngurah Rai, Komp. Pertokoan Segitiga Emas No. 11, Kuta, Badung 80361
Telephone : +623618556969, +62361766895, Facsimile : +62361750895
Website: http://www.dekadibali.co.id
E-mail: info@dekadibali.co.id
dekaditour@yahoo.com (English), dekadibali@yahoo.co.jp (Japanese)
Layanan Informasi 24 Jam: +62-81 55 8888 999
Pemesanan Paket Tour Pemesanan Aktivitas Pemesanan Hotel
 
     

All Rights Reserved by www.dekadibali.co.id Copyright © 2008-2014